Selain Kurang Dana, Ini Nih Hambatan yang Membuat Gagal Masuk Sekolah Pilot

sekolah pilotTak dapat dipungkiri bahwa biaya pendidikan di sekolah penerbangan itu sangatlah mahal. Jumlah dana yang harus dikeluarkan bisa mencapai 700 juta rupiah lebih. Tak heran apabila hanya orang-orang berduit saja yang bisa mengenyam pendidikan di sekolah ini. Bagaimana dengan beasiswa? Tidak banyak pilot school yang menyediakan beasiswa, jika pun ada, hanya sekolah pilot negeri yang menyediakannya. Untuk sekolah penerbangan swasta mungkin ada tapi beasiswa yang diberikan tidaklah full melainkan hanya beberapa persen dari jumlah biaya pendidikan yang harus dibayar. Itu artinya masih tetap butuh dana besar untuk bisa sekolah di tempat ini. Alasan dana pulalah yang membuat banyak siswa gagal untuk bisa masuk ke pilot course impian mereka. Selain itu, kegagalan pun bisa dialami apabila calon kadet mempunyai:

Catatan hitam dari kepolisian

Salah satu persyaratan umum untuk dilengkapi oleh calon kadet adalah surat keterangan catatan kepolisian atau SKCK yang mana pihak kepolisian hanya memberikan surat ini kepada orang-orang yang tidak pernah terlihat masalah atau punya catatan criminal dengan kepolisian. Maka dari itu, jika siswa pernah masuk ke dalam penjara karena terlihat kasus pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, narkoba, dan lain sebagainya, bisa dipastikan pelajar tersebut tidak akan diterima di sekolah pilot negeri maupun swasta di tanah air. Agar hal ini tidak terjadi, gunakan masa-masa sekolah dengan baik dan benar. Hindari hal-hal negatif yang bisa menjebloskan diri sendiri ke dalam penjara atau berurusan dengan pihak berwajib karena dampak negatifnya bisa saja merusak masa depan.

Penyakit tertentu

Calon kadet yang menderita penyakit jantung, epilepsi, dan buta warna bisa dipastikan tidak akan lolos seleksi penerimaan siswa baru di sekolah penerbangan baik di dalam maupun luar negeri. Ketiga penyakit ini disinyalir dapat mengganggu aktivitas kadet nantinya selama berada di asrama. Selain itu, para calon kadet yang bermasalah dengan gigi berlubang, mata rabun, penyakit kulit, dan varises, diharapkan untuk berobat terlebih dahulu sebelum mengikuti tes. Mengapa? Jika panitia pelaksana ujian, khususnya bagian kesehatan mengetahui kekurangan ini, mereka tidak akan meluluskan siswa yang bersangkutan. Maka dari itu, jika gigi berlubang, silahkan ditambal. Untuk mata yang rabun, boleh menggunakan kacamata tapi pastikan untuk mengetahui batas maksimal kacamata yang bisa digunakan. Untuk penyakit kulit, silahkan berobat ke dokter kulit profesional agar penyakit kulit yang diderita bisa disembuhkan. Sedangkan untuk varises, saat ini sudah ada obat atau suntikannya agar urat-urat yang bengkok tidak beraturan bisa diluruskan atau dikembalikan seperti sedia kala.

Kemampuan bahasa Inggris yang buruk

Tidak hanya bermodalkan fisik semata, calon kadet juga harus memiliki wawasan yang bagus, khususnya dalam bahasa Inggris. Apabila kemampuan berbahasa asing masih jelek dan dipaksakan untuk mengikuti ujian masuk, bisa dipastikan hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan. Maka dari itu, calon-calon peserta didik di sekolah penerbangan sangat dianjurkan untuk mengikuti les atau kursus bahasa Inggris terlebih dahulu guna meningkatkan kemampuan mereka. Hal ini penting untuk dilakukan jika ingin bisa lolos di seleksi penerimaan siswa baru sekolah pilot. Di sisi lain, memang tidak semua orang suka dengan pelajaran bahasa Internasional ini tapi suka atau tidak suka, pelajaran ini harus dikuasai. Tidak harus benar-benar mengerti semua hal yang ada dalam bahasa Inggris, cukup yang penting-penting saja terlebih dahulu. Misalnya, paham dengan apa maksud pembicaraan atau soal yang diberikan dan tahu bagaimana menulus kalimat dengan bahasa Inggris sesuai dengan ejaan dan juga struktur kalimatnya.